Oleh: Ragil Nugroho
Membongkar Sebuah Kebohongan
Kisah hidup Dracula merupakan salah satu contoh bentuk penjajahan sejarah yang begitu nyata yang dilakukan Barat. Kalau film Rambo merupakan suatu fiksi yang kemudian direproduksi agar seolah-olah menjadi nyata oleh Barat, maka Dracula merupakan kebalikannya, tokoh nyata yang direproduksi menjadi fiksi. Bermula dari novel buah karya Bram Stoker yang berjudul Dracula, sosok nyatanya kemudian semakin dikaburkan lewat film-film seperti Dracula's Daughter (1936), Son of Dracula (1943), Hoorof of Dracula (1958), Nosferatu (1922)-yang dibuat ulang pada tahun 1979-dan film-film sejenis yang terus-menerus diproduksi.
Lantas, siapa sebenarnya Dracula itu?
Dalam buku berjudul "Dracula, Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib" karya Hyphatia Cneajna ini, sosok Dracula dikupas secara tuntas. Dalam buku ini dipaparkan bahwa Dracula merupakan pangeran Wallachia, keturunan Vlad Dracul. Dalam uraian Hyphatia tersebut sosok Dracula tidak bisa dilepaskan dari menjelang periode akhir Perang Salib. Dracula dilahirkan ketika peperangan antara Kerajaan Turki Ottoman-sebagai wakil Islam-dan Kerajaan Honggaria-sebagai wakil Kristen-semakin memanas. Kedua kerajaan tersebut berusaha saling mengalahkan untuk merebutkan wilayah-wilayah yang bisa dikuasai, baik yang berada di Eropa maupun Asia. Puncak dari peperangan ini adalah jatuhnya Konstantinopel- benteng Kristen-ke dalam penguasaan Kerajaan Turki Ottoman.
Dalam babakan Perang Salib di atas Dracula merupakan salah satu panglima pasukan Salib. Dalam peran inilah Dracula banyak melakukan pembantain terhadap umat Islam. Hyphatia memperkirakan jumlah korban kekejaman Dracula mencapai 300.000 ribu umat Islam. Korban-korban tersebut dibunuh dengan berbagai cara-yang cara-cara tersebut bisa dikatakan sangat biadab-yaitu dibakar hidup-hidup, dipaku kepalanya, dan yang paling kejam adalah disula. Penyulaan merupakan cara penyiksaan yang amat kejam, yaitu seseorang ditusuk mulai dari anus dengan kayu sebesar lengan tangan orang dewasa yang ujungnya dilancipkan. Korban yang telah ditusuk kemudian dipancangkan sehingga kayu sula menembus hingga perut, kerongkongan, atau kepala. Sebagai gambaran bagaimana situasi ketika penyulaan berlangsung penulis mengutip pemaparan Hyphatia:
"Ketika matahari mulai meninggi Dracula memerintahkan penyulaan segera dimulai. Para prajurit melakukan perintah tersebut dengan cekatan seolah robot yang telah dipogram. Begitu penyulaan dimulai lolong kesakitan dan jerit penderitaan segera memenuhi segala penjuru tempat itu. Mereka, umat Islam yang malang ini sedang menjemput ajal dengan cara yang begitu mengerikan. Mereka tak sempat lagi mengingat kenangan indah dan manis yang pernah mereka alami."
Tidak hanya orang dewasa saja yang menjadi korban penyulaan, tapi juga bayi. Hyphatia memberikan pemaparan tetang penyulaan terhadap bayi sebagai berikut:
"Bayi-bayi yang disula tak sempat menangis lagi karena mereka langsung sekarat begitu ujung sula menembus perut mungilnya. Tubuh-tubuh para korban itu meregang di kayu sula untuk menjemput ajal."
Kekejaman seperti yang telah dipaparkan di atas itulah yang selama ini disembunyikan oleh Barat. Menurut Hyphatia hal ini terjadi karena dua sebab. Pertama, pembantaian yang dilakukan Dracula terhadap umat Islam tidak bisa dilepaskan dari Perang Salib. Negara-negara Barat yang pada masa Perang Salib menjadi pendukung utama pasukan Salib tak mau tercoreng wajahnya. Mereka yang getol mengorek-ngorek pembantaian Hilter dan Pol Pot akan enggan membuka borok mereka sendiri. Hal ini sudah menjadi tabiat Barat yang selalu ingin menang sendiri. Kedua, Dracula merupakan pahlawan bagi pasukan Salib. Betapapun kejamnya Dracula maka dia akan selalu dilindungi nama baiknya. Dan, sampai saat ini di Rumania, Dracula masih menjadi pahlawan. Sebagaimana sebagian besar sejarah pahlawan-pahlawan pasti akan diambil sosok superheronya dan dibuang segala kejelekan, kejahatan dan kelemahannya.
Guna menutup kedok kekejaman mereka, Barat terus-menerus menyembunyikan siapa sebenarnya Dracula. Seperti yang telah dipaparkan di atas, baik lewat karya fiksi maupun film, mereka berusaha agar jati diri dari sosok Dracula yang sebenarnya tidak terkuak. Dan, harus diakui usaha Barat untuk mengubah sosok Dracula dari fakta menjadi fiksi ini cukup berhasil. Ukuran keberhasilan ini dapat dilihat dari seberapa banyak masyarakat-khususnya umat Islam sendiri-yang mengetahui tentang siapa sebenarnya Dracula. Bila jumlah mereka dihitung bisa dipastikan amatlah sedikit, dan kalaupun mereka mengetahui tentang Dracula bisa dipastikan bahwa penjelasan yang diberikan tidak akan jauh dari penjelasan yang sudah umum selama ini bahwa Dracula merupakan vampir yang haus darah.
Selain membongkar kebohongan yang dilakukan oleh Barat, dalam bukunya Hyphatia juga mengupas makna salib dalam kisah Dracula. Seperti yang telah umum diketahui bahwa penggambaran Dracula yang telah menjadi fiksi tidak bisa dilepaskan dari dua benda, bawang putih dan salib. Konon kabarnya hanya dengan kedua benda tersebut Dracula akan takut dan bisa dikalahkan. Menurut Hyphatia pengunaan simbol salib merupakan cara Barat untuk menghapus pahlawan dari musuh mereka-pahlawan dari pihak Islam-dan sekaligus untuk menunjukkan superioritas mereka.
Siapa pahlawan yang berusaha dihapuskan oleh Barat tersebut? Tidak lain Sultan Mahmud II (di Barat dikenal sebagai Sultan Mehmed II). Sang Sultan merupakan penakluk Konstantinopel yang sekaligus penakluk Dracula. Ialah yang telah mengalahkan dan memenggal kepala Dracula di tepi Danua Snagov. Namun kenyataan ini berusaha dimungkiri oleh Barat. Mereka berusaha agar merekalah yang bisa mengalahkan Dracula. Maka diciptakanlah sebuah fiksi bahwa Dracula hanya bisa dikalahkan oleh salib. Tujuan dari semua ini selain hendak mengaburkan peranan Sultan Mahmud II juga sekaligus untuk menunjukkan bahwa merekalah yang paling superior, yang bisa mengalahkan Dracula si Haus Darah. Dan, sekali lagi usaha Barat ini bisa dikatakan berhasil.
Selain yang telah dipaparkan di atas, buku "Dracula, Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib" karya Hyphatia Cneajna ini, juga memuat hal-hal yang selama tersembunyi sehingga belum banyak diketahui oleh masyarakat secara luas. Misalnya tentang kuburan Dracula yang sampai saat ini belum terungkap dengan jelas, keturunan Dracula, macam-macam penyiksaan Dracula dan sepak terjang Dracula yang lainnya.
Sebagai penutup tulisan ini penulis ingin menarik suatu kesimpulan bahwa suatu penjajahan sejarah tidak kalah berbahayanya dengan bentuk penjajahan
yang lain-politik, ekonomi, budaya, dll. Penjajahan sejarah ini dilakukan secara halus dan sistematis, yang apabila tidak jeli maka kita akan terperangkap di dalamnya. Oleh karena itu, sikap kritis terhadap sejarah merupakan hal yang amat dibutuhkan agar kita tidak terjerat dalam penjajahan sejarah. Sekiranya buku karya Hyphatia ini-walaupun masih merupakan langkah awal-bisa dijadikan pengingat agar kita selalu kritis terhadap sejarah karena ternyata penjajahan sejarah itu begitu nyata ada di depan kita.
Label: Dracula, Perang salib
Ini ada cerita/kisah nyata yang mungkin akan menjadi hikmah dan pelajaran bagi kita semua.
Tanggal 29 April 2006 : malam kira2 jam 21.00 setelah makan malam..
Suamiku merasa tidak enak badan.. Masuk angin di sekitar perut dan punggung.. Seperti terasa ditusuk2.... Rahang terasa agak kaku, mulut agak asam ... Minta dibikinkan air jahe hangat.. Minum lalu tidur.
Tanggal 30 April:
Bangun tidur.... Pagi sholat subuh dan bilang badannya udah enakan mau ke kantor,,,
Malam hari di jam yang sama seperti sebelumnya merasakan hal yang sama kembali seperti malam sebelumnya,, dibikinkan jahe hangat kembali dan dipaksa tidur.. Tengah malam sekitar pukul 01.00 dinihari keluar keringat banyak dibadan. Yang ada dibenak saya dan suami mungkin angin sudah keluar,, makanya badan enakan.
Tanggal 1 Mei 2006
(PERISTIWA PENTING DALAM KEHIDUPAN KELUARGA KAMI)
Pagi. Rutinitas seperti biasa, ke kantor. Masih telp siang hari..
Seperti biasa Karena tidak mendapat parkir di BEJ maka Mobil di Parkir di CAFE BENGKEL.. SEMANGGI dngan Jarak 1 km dari BEJ.
Sore jam 16.30 pulang kantor jalan kaki menuju parkir,,, sepanjang Jalan suamiku merasa kaki tak dapat dilangkahkan. .. ... . Leher terasa Semakin kaku.. Keringat dingin bercucuran.. Dingin Dan lemas sekali seperti tak bisa bernafas.. Beliau berusaha mencapai tempat Parkir dn berhasil masuk kedalam Mobil.. (tidak sempat menghidupkan Mobil...Kaca Tertutup semua.. Lampu hijet dinyalakan.. Pintu tidak dirapatkan) Dan Sempat Menghubungi saya untuk mengatakan "bunda, cepat kemari.. Ayah tidak Kuat lagi"! (Suami Ku tipe orang yg tidak pernah mengeluh,, tidak ingin Merepotkan orang,sangat mandiri..karena perantau Dan biasa hidup susah)
Saya merasa pasti sesuatu terjadi..... .. Karena kenal betul kenal sifat Beliau. Saya membutuhkan waktu kira2 setengah jam sampai di tempat Kejadian.. Yang saya temukan Beliau sudah hampir hilang kesadaran.. Baju basah kuyup seperti Berendam dikolam air,, muka pucat bagai mayat... Saya berteriak2 minta pertolongan. .yang kebetulan saat itu banyak2 supir2 sedang bersiap Jemput majikannya. Orang2 berlari memberikan bantuan..
Baju kering.. Aqua.. Bahkan security membuatkan teh panas manis.. Dan Memaksa Suami saya untuk minum... Pikiran saya bekerja... Saya butuh Pertolongan orang yg Ahli...Saya telp sabahat kami seorang dokter di JBE.. Saya ceritakan Kronologis Kejadian..Beliau memandu saya untuk menusuk ujung jari suami dengan Benda tajam.. Apapun (waktu itu kuku jari tangan saya) supaya suami saya terkejut Dan membuat Kesadaran tidak betul2 hilang2.. Ajak bicara terus.. Dan segera bawa Ke rumah sakit terdekat....
Pilihan cuma
Sepanjang perjalanan.. Saya mengajak bicara terus..Mengendorkan ikat Pinggang.. Kami Sampai di rumah sakit.. Kebetulan brankar sedang kosong , jadi saya Dibantu securiti rumah sakit tersebut mendorong ke UGD dengan kursi Roda.sampai di UGD suasana hiruk pikuk Dan kebetulan Hari itu UGD Sangat penuh.. Suami saya ditolak.. Karena dilihat Masih dapat duduk di kursi roda..dianjurkan untuk ke poli umum saja.
Saya mengikuti saran ahli medis.. Saya antar suami ke poli umumnya Dan sudah tutup,rasanya. . Sakit, seperti tidak diperdulikan.
Tapi.. Allah itu maha penyayang,, CAMPUR TANGAN ALLAH mulai tampak nyata di Hadapan saya... Seorang dokter sudah Senior tiba2
Saya ceritakan Apa yang terjadi.. Beliau mengajak saya kesebuah ruangan praktek Dan Mulai melakukan pemeriksaan lengkap.. Muka beliau sangat terkejut Begitu membaca hasil EKG. Dunia bagai kiamat waktu beliau Mengatakan "Suami Ibu terkena Serangan Jantung Koroner"! Harus segera Penanganan intensif... saya mengatakan UGD penuh. Beliau katakan TIDAK
Yang tadinya kami ditolak..Kemudian diterima Di UGD walau harus dirawat di kamar yang betul2 penuh Hari itu..di Situ melihat orang datang dengan keadaan sudah meninggal karena Terlambat sampai di RS, Saat di UGD tidak pernah satu tenaga medis Yg menanyakan jaminan apapun kepada saya (Ternyata ITULAH MOTO RS tersebut,Tindakan Dahulu...... .. Uang baru Nomor Berikutnya)
Dokter Aulia turun tangan langsung,didampingi dokter Robert dokter Jaga UGD saat itu..Suamiku di tangani seksama.. 1 jam berkutnya aku Dipanggil keruangan dokter2.. Disana sudah
Beberapa Malam yang kami kira masuk angin.... Beliau katakan PADA MALAM2 ITU SEBENARNYA JANTUNG SUDAH TERKENA SERANGAN WALAUPUN RITME KECIL.. TAPI SUDAH
Rupanya itu belum selesai.. Dokter minta saya berdoa banyak... 3 jam berikutnya adalah MASA PENENTUAN.. karena akan datang serangan KEDUA yang maha DAHSYAT sementara akibat dari serangan pertama.. ada pembuluh yang rusak..biasanya orang jarang selamat.. karena faktor TIDAK MENGERTI.. DAN TIDAK DITANGANI DENGAN TEPAT.
Mereka mengatakan FUNGSI JANTUNG suamiku untuk sementara diganti dengan MESIN PACU JANTUNG. Mudahan2 ini dapat membantu bertahan. ( waktu serangan pertama, dada belum terasa sakit). kira2 jam 21.00 suamiku mengalami Serangan Jantung Kedua yang membuat denyut jantung berkisar 40.. ( padahal normal 70 ) jam 11.00 suamiku langsung di masukan ke ICU karena kondisi kritis.. dada sakit hebat.. sesak tidak dapat bernafas..( pada saat itu aku hanya bisa menangis.. bingung.. sendiri)
Allah banyak membantu kami .. aku banyak bertemu orang yang senasib sepertiku.. yang mereka sudah ada di RS tersebut berbulan2 lamanya.Aku bertemu dokter2 hebat yang baik hati dan banyak memberi pertolongan penjelasan yang mudah aku mengerti..dorongan dan suport dari semua teman keluarga dan sahabat dari luar daerah dan luar negeri yang membuat aku berkata "AKU HARUS KUAT..SUAMI MEMBUTUHKAN AKU & ANAK2 BUTUH AKU ")
Pasangan hidupku terbaring selama 20 hari di ICU dengan keadaan semakin drop,,, sementara dokter2 benar-benar mempersiapkan tindakan yg paling tepat . hari ke 20 dipersiapkan Katerisasi dipimpin Dr. Kaligis ( tindakan medis mengalirkan cairan putih (kontras) ke dalam semua pembuluh jantung untuk mencari dimanakah sumber penyumbatan akibat KOLESTEROL dan pembalonan di lokasi penyumbatan diiringi pemasangan STAND / RING sesuai panjang sumbatan.(Tindakan seperti ini sangat MAHAL) hingga bila terjadi penyumbatan lebih dari tiga buah dokter2 menganjurkan untuk BY PAS yg kesempatannya fivety-fivety. . (harga RECOVERY sebuah jantung sakit itu sama dengan harga sebuah rumah atau mobil mewah)
SAYANGILAH JANTUNG ANDA...
Tapi itu belum seberapa.... Pasangan hidup kita... akan memulai masa penyembuhan. ., dengan banyak memerlukan perhatian makanan,kasih sayang yang lebih banyak dari semula..kesabaran yang tak TERHINGGA... karena mereka mulai sehat dengan proses kepercayaan diri yang hilang,,, dan sifat yang berubah 180 derajat, sangat sesintif dan mudah tersinggung. itu semua PROSES.. yang kita sebagai pasangan hidup tidak pernah tau kapan berakhirnya. ...anggap itu semua IBADAH
SARANKU...
HINDARI MAKANAN
Diatas umur 30 kita sudah terkena resiko pengentalan darah. Perempuan jika masih haid terlindungi dari penyakit jantung karena memiliki HORMON . Jika di masa subur wanita terkena sakit jantung.. itu adalah cacat bawaan seperti kebocoran KATUP & KLEP.
Berolah raga yang ringan saja.. DIANJURKAN berjalan kaki pagi hari Ø 3 km atau berenang. Hindari olahraga yang menguras tenaga jika dari dulu kita bukan pencinta olah raga tersebut. Olah raga yang menguras tenaga memacu ADRENALIN,
Makan banyak SAYUR dan BUAH untuk menghancurkan KOLESTEROL jahat di tubuh kita.
Hindari Rokok walaupun Pasif....
Mulailah Hidup Sehat sebelum terlambat.. karena keluarga masih membutuhkan kita. Ø
Insya'allah berguna dan bermanfaat
Serangan Jantung dan kebiasaan Minum Air Panas / hangat....
Artikel ini berguna untuk semua. Bukan saja anjuran meminum air panas selepas makan, tetapi berhubungan dengan SERANGAN JANTUNG!!!!.
Secara logik...., mungkin ada kebenarannya. .
Kepada siapa yang suka minum air ES, artikel ini sesuai untuk anda
Baca. Memang enak dan segar minum air ES selepas makan, tetapi akan berakibat fatal !!
Walaubagaimanapun, Air ES akan membekukan makanan berminyak
yang baru kita makan. Ia akan melambatkan proses pencernaan kita.
Bila lemak-lemak ini terbentuk di dalam usus, ia akan menyempitkan
banyak saluran dan lama kelamaan ia akan menyebabkan lemak berkumpul
dan kita semakin gemuk dan menuju ke arah mendapat berbagai PENYAKIT.
Jalan terbaik...adalah untuk minum sup panas atau air PANAS/hangat selepas makan.
Nota penting tentang SERANGAN JANTUNG!!!
Anda perlu tahu bahwa tanda-tanda serangan jantung akan mulai terasa pada tangan sebelah kiri.
Berhati-hati juga pada permulaan sakit sedikit-sedikit pada bagian atas dada anda. Anda mungkin tidak akan mengalami sakit dada pada serangan pertama serangan jantung.
Keletihan dan berkeringat adalah tanda-tanda pada umumnya. Malah 60% pengidap SAKIT JANTUNG tidak bangun selepas tidur..
Marilah kita berwaspada dan berhati-hati.
Label: Gejala Jantung Koroner
1. Definisi Mahar
Mahar berasal daripada perkataan Arab. Di dalam al-Quran istilah mahar disebut dengan al-sadaq, al-saduqah, al-nihlah, al-ajr, al-faridah dan al-‘aqd. Menurut istilah syara’ mahar ialah suatu pemberian yang wajib diberikan oleh suami kepada isteri karena sebab pernikahan. Terdapat banyak dalil yang mewajibkan mahar kepada isteri antaranya firman Allah dalam surah al-Nisa’ ayat 4 :
“ Dan berikanlah kepada perempuan-perempuan ( isteri ) akan mas kawin mereka itu sebagai pemberian (yang wajib). Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari mas kahinnnya, maka makanlah (gunakanlah) pemberian tersebut sebagai nikmat yang baik lagi lezat “
Firman Allah Ta’ala dalam surah al-Nisa ayat 24:
“ Mana-mana perempuan yang kamu nikmati percampuran dengannya (setelah dia menjadi isteri kamu) maka berikanlah mereka maharnya (ajr) sebagai satu ketetepan yang difardhu ( diwajibkan oleh Allah Taala )”. Pemberian mahar suami sebagai lambang kesungguhan suami terhadap isteri. Selain itu mencerminkan kasih sayang dan kesediaan suami hidup bersama isteri serta sanggup berkorban demi kesejahteraan rumah tangga dan keluarga. Ia juga merupakan penghormatan seorang suami terhadap isteri. Walau bagaimanapun mahar tidaklah termasuk di antara rukun-rukun nikah atau syarat sahnya sesuatu pernikahan. Sekiranya pasangan bersetuju bernikah tanpa menentukan jumlah mahar, pernikahan tersebut tetap sah tetapi suami diwajibkan membayar mahar misil (yang sepadan). Ini berdasarkan satu kisah yang terjadi pada zaman Rasulullah s.a.w. di mana seorang perempuan telah berkahwin tanpa disebutkan maharnya. Tidak lama kemudian suaminya meninggal dunia sebelum sempat bersama dengannya (melakukan persetubuhan) lalu Rasulullah mengeluarkan hukum supaya perempuan tersebut diberikan mahar misil untuknya.
2. Pemberian Mahar
Memberi mahar kepada isteri hukumnya wajib. Menurut Abu Hanifah, isteri berhak mendapat mahar apabila akad nikahnya sah. Manakala dalam mazhab Syafi pula diwajibkan mahar bukan disebabkan akad nikah yang sah saja tetapi juga dengan persetubuhan. Sekiranya akad nikah tersebut fasid (tidak sah), suami tidak wajib memberi mahar kepada isteri melainkan setelah berlakunya persetubuhan.
4. Kadar Mahar
Islam tidak menetapkan kadar serta had yang paling maksimal dan minimal dalam menentukan mahar bagi seseorang wanita. Hanya bergantung kepada huruf yaitu keadaan semasa dan suasana sesuatu tempat dan masyarakat. Sungguh pun demikian, Islam menganjurkan agar kita mengambil jalan tengah yaitu tidak meletakkan mahar terlalu tinggi dan tidak pula terlalu rendah. Rasulullah s.a.w. menggalakkan kita agar mempermudahkan mahar sebagaimana dalam sabdanya :
"Kebanyakan perempuan yang berkat perkahwinannya ialah yang mudah (rendah) tentang perbelanjaan (mahar)."(Riwayat Ahmad dan al-Hakim).
Walau bagaimanapun suami boleh memberikan mahar yang tinggi kepada isteri berdasarkan kepada ayat al-Quran dalam surah al-Nisa’ ayat 20 :
“ Kamu telah memberikan kepada salah seorang daripada mereka harta yang banyak “
5. Jenis Mahar
a. Mahar Musamma
Mahar yang disebut dengan jelas jumlah dan jenisnya dalam suatu akad nikah seperti yang diamalkan dalam perkawinan masyarakat kita pada hari ini. Ulama’ telah bersepakat bahawa mahar musamma wajib dibayar oleh suami apabila berlaku salah satu daripada perkara-perkara berikut :
1) Berlakunya persetubuhan di antara suami isteri.
2) Kematian salah seorang di antara mereka sama ada suami atau isteri.
b. Mahar Misil ( mahar yang sepadan )
Mahar yang tidak disebut jumlah dan jenisnya dalam suatu akad nikah. Sekiranya berlaku keadaan ini, mahar tersebut hendaklah diqiaskan (disamakan) dengan mahar perempuan yang setara dengannya di kalangan keluarganya sendiri seperti adik beradik perempuan seibu sebapa atau sebapa atau ibu saudaranya. Sekiranya tiada, maka diqiaskan pula dengan mahar perempuan-perempuan lain yang setara dengannya dari segi kedudukan dalam masyarakat dan sekiranya tiada juga, terpulang kepada suami berdasarkan kepada adat dan tradisi setempat. Selain daripada itu terdapat perkara-perkara lain yang perlu diambil kira dalam menentukan mahar misil iaitu dari sudut rupa paras, kekayaan, keadaan setempat, keagamaan ketakwaan, keilmuan, kecerdasan pikiran, keluhuran budi serta status perempuan tersebut sama ada gadis atau janda dan perkara-perkara yang boleh dijadikan penilaian. Ini karena kadar mahar berbeda dengan berbedanya sifat-sifat di atas.
Mendapat Separuh Mahar Atau Tidak Berhak Mendapat Langsung Sebagaimana yang kita maklumi, apabila berlakunya suatu akad nikah yang sah, maka wajib bagi suami membayar mahar kepada isteri berupa mahar musamma atau pun mahar misil kerana merupakan hak isteri. Walau bagaimanapun terdapat keadaan yang menyebabkan isteri hanya berhak mendapat separuh mahar tersebut atau pun tidak mendapat apa –apa.
Mahar langsung daripada suami iaitu :
a) Isteri hanya mendapat separuh sahaja daripada mahar apabila berlakunya perceraian sebelum persetubuhan. Ini berdasarkan kepada firman Allah Taala dalam surah al-Baqarah ayat 237 :
“ Dan jikalau kamu menceraikan mereka itu (isteri-isteri) sebelum kamu menyetubuhi mereka walhal kamu telah menetapkan mahar kepada mereka, maka diwajibkan (bayarannya) separuh daripada yang kamu tetapkan kecuali jika mereka sendiri memaafkan atau orang yang mempunyai kuasa perwalian memaafkannya “
Ayat di atas menyatakan bahwa sekiranya mahar isteri telah disebutkan ketika akad nikah dan berlakunya penceraian sebelum persetubuhan, maka suami hanya wajib membayar separuh saja daripada mahar tersebut. Tetapi sekiranya mahar tidak disebut ketika akad nikah, suami wajib membayar mahar misil kepada isteri. Menurut pendapat Imam Syafi’e dan Imam Malik sekiranya berlaku perceraian sebelum persetubuhan, suami hanya wajib membayar separuh sahaja mahar kepada isteri sama ada mahar tersebut disebut semasa akad nikah atau sebaliknya.
7. Kesimpulan
Mahar adalah hak isteri yang diberikan oleh suami dengan hati yang tulus ikhlas tanpa mengharapkan balasan sebagai pernyataan kasih sayang dan tanggungjawab suami atas kesejahteraan rumah tangga. Hanya bertujuan untuk menggembira dan menyenangkan hati isteri agar isteri merasa dihargai dan bersedia untuk menjalani kehidupan bersama suami. Mahar adalah menjadi hak milik isteri. Sekiranya ia tidak disebut sekalipun Para mujtahidin telah sepakat mengatakan bahawa tidak kadar dan hak yang tertentu dalam meletakkan kadar mahar yang paling maksimal. Terdapat satu peristiwa yang berlaku yang berlaku di zaman Umar al Khattab (r.a) di mana beliau melarang orang ramai dari meninggikan kadar mahar yaitu tidak boleh lebih daripada empat dirham katanya, “ Janganlah kamu meninggikan mahar perempuan kerana jikalau dia dimuliakan di dunia, atau mau bertaqwa kepada Allah, maka yang lebih utama ialah contoh daripada Rasulullah yang tidak menetapkan mahar kepada isterinya maupun bagi puteri-puterinya melebihi dua belas auqiah. Oleh sebab itu siapa yang melebihi daripada 440 dirham walaupun lebihannya sedikit maka yang itu dimasukkan ke dalam Baitulmal “. Lantas seorang perempuan Quraisy membantah sambil berkata : “ Allah telah berfirman di dalam al-Quran :
“ Apabila kamu telah memberikan kepada mereka itu (isteri) sepikul mahar, maka jangan kamu ambil walupun sedikit daripada mahar itu “ (surah al Nisa : 20)
Label: Mahar perkawinan
apa pun untuk kebahagiaan kakaknya.
Selamat membaca cerita yang menghanyutkan ini....
Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari
demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung
mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun
lebih muda dariku.
Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis
di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri ima puluh sen
dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan
aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.
"Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu
takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi
Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!"
Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikku
mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya! "
Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah
begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau
kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata
kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang,
hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? …
Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"
Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya
penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di
pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung.
Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak,
jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi."
Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup
keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi
insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak
pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu,
adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.
Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk
masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima
untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok
di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus.
Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak kita memberikan hasil yang
begitu baik…hasil yang begitu baik…" Ibu mengusap air matanya yang
mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa
membiayai keduanya sekaligus?" Saat itu juga, adikku berjalan keluar
ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah
lagi, telah cukup membaca banyak buku."
yah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa
kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti
saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua
sampai selesai!" Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun
itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku
bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak
laki-laki harus meneruskan sekolahnya, kkalau tidak ia tidak akan
pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini."
Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke
universitas. Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang,
adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan
sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping
ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: "Kak,
masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan
mengirimu uang."
Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis
dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku
berusia 17 tahun. Aku 20 tahun. Dengan uang yang ayahku pinjam dari
seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen
pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun
ketiga (di universitas).
Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku
masuk dan memberitahukan, " Ada seorang ppenduduk dusun menunggumu di
luar sana !" Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku
berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor
tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak
bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?"
Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan
mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak
akan menertawakanmu? " Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi
mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat
dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah
adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu."
Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu.
Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua
gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu."
Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke
dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20,
Aku 23.
Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah
telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku
pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. "Bu, ibu tidak
perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!"
Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal
untuk
membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia
terluka ketika memasang kaca jendela baru itu."
Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus,
seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada
lukanya dan mebalut lukanya. "Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya.
"Tidak, tidak sakit.. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi
konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu
tidak menghentikanku bekerja dan…" Ditengah kalimat itu ia berhenti.
Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras
turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23, Aku berusia 26.
Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku
mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi
mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun,
mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju
juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu
dan ayah di sini."
Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku
mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan.
Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja
sebagai pekerja reparasi. Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga
untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik,
dan masuk rumah sakit.
Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya,
saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak
akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat
kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau
mendengar kami sebelumnya?"
Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya.
"Pikirkan kakak ipar–ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak
berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti
apa yang akan dikirimkan?" Mata suamiku dipenuhi air mata, dan
kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: "Tapi kamu kurang
pendidikan juga karena aku!"
"Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku. Tahun
itu, ia berusia 26 dan aku 29.
Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani
dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu
bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?" Tanpa
bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku."
Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan
tidak dapat kuingat. "Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada
dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua
jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya
kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari
kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu.
Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca
yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak
hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga
kakakku dan baik kepadanya."
Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan
perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar
bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah
adikku." Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan
kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti
sungai.
Diterjemahkan dari : "I cried for my brother six times"
Kebaikan sekecil apapun akan memberikan manfaat bagi Anda dan orang
yang membutuhkan. Berbahagialah memiliki teman dan saudara yang selalu
mendukung Anda. Semoga berbahagia
Banyak wanita yang bilang bahwa susah menjadi wanita, lihat saja
aturan-aturan dibawah ini :
1. Wanita auratnya lebih susah dijaga dibanding lelaki.
2. Wanita perlu minta ijin dari suami apabila mau keluar rumah
tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding
lelaki.
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit dari pada lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan
anak
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu
taat pada istrinya.
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan istri.
8. Wanita kurang nyaman dalam beribadat karena adanya masalah
haid dan nifas.
9. dan lain-lain.
Tetapi… PERNAHKAH KITA LIHAT KENYATAANNYA ?
1. Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta
disimpan ditempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti
itulah intan permata bandingannya dengan seorang wanita.
2. Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib
taat kepada Ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada Bapaknya ?
3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki,
tetapi tahukah bahwa harta itu akan menjadi miliknya dan tidak perlu
diserahkan kepada suami? Sementara suami apabila menerima warisan ia
wajib juga menggunakan hartanya untuk istri dan anak-anaknya ?
4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak,
tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala mahluk,
malaikat dan seluruh mahluk Allah dimuka bumi ini, dan tahukah jika ia
meninggal karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya.
Diakherat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabk an terhadap 4
wanita, yaitu : Istrinya, Ibunya, Anak Perempuannya dan Saudara
Perempuannya. Artinya , bagi seorang wanita tanggung jawab
terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu : suaminya, ayahnya,
anak lelakinya dan saudara lelakinya.
5. Seorang Wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui pintu mana
saja yang disukainya cukup dengan 4 Syarat saja, yaitu : Sholat 5
waktu, Puasa di bulan Ramadhan, taat kepada Suaminya dan menjaga
Kehormatannya.
6. Seorang lelaki wajib berjihad di jalan Allah, sementara bagi
wanita jika taat kepada suami serta menunaikan tanggung jawabnya
kepada ALLAH SWT, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti
pahala orang pergi berjihad di jalan Allah tanpa perlu mengangkat senjata.
Masya ALLAH… ! demikian sayangnya ALLAH SWT kepada wanita…..
Yakinlah bahwa sebagai Zat yang Maha Pencipta sudah pasti ALLAH Maha
Tahu akan segala yang diciptakan-Nya sehingga peraturan-Nya adalah
yang terbaik bagi manusia.
Label: Wanita Mutiara Jiwa
Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?"
Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. "Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya. " kata Covey.
"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."
"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey.
"Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi". Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.
Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.
Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya..!! Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.
